Masih Kuat Kan ?

  1. Home
  2. Artikel
  3. Masih Kuat Kan ?
Masih Kuat Kan ?

Masih Kuat Kan ?

Suara Hati Jum'at, 28 April 2023

'' menangislah jika itu membuatmu lega. pergilah jika itu membuatmu merasa lebih baik.  ''

tapi kenyataannya tak semudah itu.

hei. jangan menangis. - umpatku dalam hati.

hai, aku adalah Melodia. seorang perempuan berdarah jawa yang hidupnya babak belur tak beraturan. dan gadis  yang kini bersamaku adalah Kenzie. sudah hampir 6 tahun ini aku hanya hidup bersama Kenzie. dialah satu-satunya yang masih singgah di sisiku ketika semua orang memilih untuk meninggalkanku seorang diri.

lagi-lagi ingatanku kembali menembus lorong waktu beberapa tahun lalu

saat itu duniaku begitu terang benderang. aku bisa menggapai semua yang kumau. teman-temanku selalu setia disampingku. aku memiliki banyak circle yang bahkan setiap harinya aku bingung mau main sama yang mana.

tapi itu dulu.

saat duniaku belum runtuh.

kenyataannya saat ini yang tersisa tinggal kenangan. semuanya sudah berubah. dan aku harus tetap survive menghadapi kejamnya dunia.

awal-awal semuanya terasa berat. sangat berat. dahulu aku berfikir, menikah adalah satu-satunya cara agar aku bisa bahagia daripada bertahan pada keadaan broken home yang toxic. tapi kenyataannya, pernikahan itulah yang menghancurkan mental dan kehidupanku saat ini.

aku bodoh sekali. tapi aku tidak menyesal bisa melahirkan sosok malaikat baik seperti Kenzie.

ya, aku harus bertahan.

sore ini aku merasa sedikit kacau. trauma itu belum hilang. aku menangis seperti orang gila. tak tau penyebabnya. aku hanya merasa sedikit sepi. aku benci sekali perasaan ini.

Kenzie masih tertidur pulas disampingku. sesekali aku menciuminya, tapi setelah itu aku berteriak histeris tak bisa menahan emosi. aku begitu kacau.

tak ada satupun orang yang bisa memahamiku sekarang. tak ada yang bisa menguatkanku. batinku berkecamuk menyesali takdir tuhan yang seharusnya tidak boleh kusesali lagi.

aku lelah tuhan. aku tak kuat sendiri. aku ingin pulang.

ku tutup sore itu karena besok pagi aku akan terbang ke pulau dewata.

Bali
 
Mentari muncul di ufuk timur 
memancarkan sinarnya yang menembus butiran pasir yang halus
kulihat ombak berderai menerpa karang karang yang kuat. sekuat hati ini.
 
" mami? "
" ya sayang? "
" mami sedang apa kok diam saja? "
" mami sedang memandang laut " - jawabku sambil menutup galeri foto di handphoneku yang daritadi kupandangi.
Kenzie memelukku. tiba-tiba pelukannya menjadi hangat. bibirnya menyunggingkan senyum seraya berkata
" mami,kenapa aku tidak punya papa ? ''
 
Aku terpaku. tak tau harus jawab apa. Kenzie semakin kritis cara berfikirnya. aku masih terdiam, mataku berkaca-kaca. kudekap Kenzie dalam pelukanku. aku tak kuasa menahan perasaan itu. tangisku pecah dipelukan anakku. dan pada akhirnya, dia pula yang menenangkanku.
 
'' mami jangan nangis. maafin Kenzie mami. mami, tidak apa-apa kalau ku tidak punya papa, sebab ku punya mami yang luar biasa. selalu ada untuk aku. bekerja dari pagi hingga malam untuk mencukupi semua kebutuhan kita. aku juga punya tuhan yang menjagaku. mami. aku sedih lihat mami setiap malam menangis. sudah mami, mami harus bahagia karena kebahagiaanku adalah saat mami bisa tersenyum bahagia. ''
 
itulah kalimat yang keluar dari gadis berusia 6 tahun. gadis yang baru saja duduk di bangku sekolah, berkata seolah-olah lebih dewasa daripada aku.
Kenzie benar, seorang anak akan bahagia jika dirawat oleh ibu yang juga bahagia. meskipun aku tidak tau apa itu bahagia. seketika aku lupa rasanya bahagia.
 
Baiklah, hari semakin siang. aku mengajak kenzie untuk kembali ke penginapan. dan berusaha untuk menjalani hari seperti biasanya.

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Artikel Populer
Subscribe
Event Terdekat
Tidak Ada Event Terdekat