I Dedicate This Story To You

  1. Home
  2. Artikel
  3. I Dedicate This Story To You
I Dedicate This Story To You

I Dedicate This Story To You

Suara Hati Kamis, 04 Mei 2023

I dedicate this story for you, Masaya Aoyama.

hi! nite. are you sleeping ?


semoga aja kamu gak baca yah.

aku gangerti lagi apa yang terjadi dengan diri aku beberapa week ini. tapi aku hanya ingin bilang, aku kangen banget. kangen yang sampe menusuk dan aku ga bisa nahan air mata aku hampir sebulanan ini. ini beneran rindu ya, bukan keinginan yang lain.

kita ngga punya hubungan special seperti kamu dengan orang-orang yang sebelum aku. tapi, kamu punya tempat sendiri yang ada di dalam daftar orang-orang yang aku sayangi.

aku..

aku bahkan selalu inget tanggal pertama kali kita ngobrol bareng disebuah bar di jakarta selatan. dan pertemuan-pertemuan berikutnya. hahaaaaaa maafkan kerandomanku lagi ya.


anw, kamu bahagia sekarang ? as our conversation last day, kamu sudah dekat yah dengan dia. semangat yah.

i'm happy for you aoyama-kun. kalau aku bukan siapa-siapa kan hehehe. jadi, emang udah waktunya aku melepaskan yang seharusnya tidak aku genggam. aku cuma orang asing yang tiba-tiba masuk. 


seperti yang kamu pernah bilang dan kita sepakati bersama kalau kita cuma partner yang suatu saat bisa jadi akan selesai jika waktunya tiba.

dan pada akhirnya melepaskanmu ternyata seperti sebuah pekerjaan yang paling sulit dilakukan. 

but, bagaimana pun keadaannya, aku selalu berharap kamu bahagia selalu dengan pilihanmu.


aku boleh cerita tentang kamu yah ?

Desember hingga januari lalu, kamu muncul disaat hidup aku sedang hancur-hancurnya merasakan trauma yang begitu dalam. saat teror-teror tersebut masih menghantui aku. saat aku ngerasa udah gak punya harapan lagi.

kamu menguatkanku dengan statemet2 bijakmu tanpa menjudgement ak. kamu juga jadi tempat aku berkeluh kesah atas gagalnya hubunganku yang kedua kalinya. kamu ada saat aku sedang rapuh rapuhnya.

Tanggal 27 Januari, kita bertemu kembali disebuah bar. saat itu aku jauh lebih hancur, tapi setelah pertemuan itu, aku jadi pribadi yang lebih kuat dari biasanya.

Beberapa hari setelahnya, di tgl 6 & 18 Februari, hingga 7 - 31 Maret kita bertemu kembali. Dan aku semakin bergantung denganmu. Salah memang. karna kamu bukan rumahku, tapi entah kenapa aku merasa seperti punya sosok pelindung dan pengontrol apa yang aku lakukan. Sampai akhirnya perlahan aku bisa ngerasain seneng lagi, bisa berfikir positif lagi, bisa menjalani hari-hari sesuai jalurnya yang benar, karena kamu selalu menguatkan aku sampai aku bisa merasa kalau aku tenyata bisa dan cukup layak bahagia.

Kamu, mengarahkan aku yang sedang buta.  

im so happyyyyyyy waktu itu. 

aku seneng banget kenal kamu. kamu pribadi yang hangat dan menyenangkan. setiap deket kamu, kesedihan dan bebanku berkurang. aku merasa punya tempat yang bisa menerima semua keluh kesah dan cerita-ceritaku yang random.


hingga pada akhirnya, cerita kita menjadi plot twist. kamu sdh bahagia dengan dia kan ? nice one. 

perlahan aku dihilangkan. kamu sdh dingin sekali. aku kangen saat masih bisa intens satu sama lain. entah hanya sekedar menanyakan sudah dikantor atau sudah sampai rumah. karna begitu melegakan jika kau dalam keadaan baik-baik saja. 


anyway, kamu pernah bilang. 

kalo nanti salah satu dari kita ada yang suka dengan yang lain, kita akan open satu sama lain, apapun progresnya. 

kenyataannya, aku merasa ada yang hilang dari hidup aku. kamu hilang, . disaat aku belum siap. shit! aku bahkan berkali-kali memintamu untuk stay here sebentar aja. tapi kenyataannya, ada yang lebih penting dari sekedar keinginan anak kecil seperti aku.


tak apa. memang semestinya aku yang mundur sih. kamu sama sekali tidak salah. aku yang salah. 

aku yang salah sudah bergantung pada orang yang sudah kuanggap sebagai kakak.

sampai pada akhirnya, hidupku berantakan lagi.  aku sudah tidak memiliki pundak dan pelukan hangat yang waktu itu aku jadikan sandaran. aku, kehilangan sosok kamu. yang selama ini menguatkanku.

perlahan aku kembali rapuh, aku blank dan kosong. aku buta lagi. 

actually, aku kehilangan arah. sebab aku sdh terbiasa dengan arahan dan validasimu.


sebenarnya aku tak masalah kamu bersama yang lain. tapi aku cuma ingin disini seperti biasa. aku bahkan masih menunggu cerita-cerita randommu juga. tapi balik lagi. aku bukan siapa-siapa. aku cuma adik, yang seneng liat kakaknya bahagia. so, 

sekarang aku tidak akan memintamu ini itu karna penolakanmu mungkin akan menyakitkan. tapi satu hal yang harus kamu tau, kalau kamu kenapa-napa, cari aku ya. kamu taukan aku kalau udah sayang ke orang kayak apa? seperti itulah aku ke kamu selayaknya. 

Daan, ada saatnya nanti aku akan benar-benar pergi. agar kamu bisa fokus dengan duniamu tanpa harus mendengarkan cerita2 anehku yang berliku-liku. pada akhirnya, aku si yang gakbisa sendirian ini, akan memilih untuk menghilangkan diri, agar aku juga bisa belajar untuk tidak brgantung denganmu lagi seperti sekarang ini. sebab sulit sekali meminta waktumu. baiklah, aku tidak akan meminta lagi. karena sudah terlalu banyak yang kamu berikan buat aku. teriimakasih ya

WhatsApp-Image-2023-03-29-at-16.46.15.jpg

Komentar

  • rizky amalia

    rizky amalia

    sdsds

Tambahkan Komentar

Artikel Populer
Subscribe
Event Terdekat
Tidak Ada Event Terdekat